Home / dehasen radio / Tupputua: Bangga Dipercaya Liputan Kenegaraan

Tupputua: Bangga Dipercaya Liputan Kenegaraan

Tupputua melaporkan secara langsung acara kenegaraan penutupan sidang Tanwir Muhammadiyah ke 51 di Bengkulu oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (foto: dyo)

Bengkulu: Mendapat kepercayaan melakukan peliputan acara kenegaraan membuat perasaan Tuppu Hotua Naibaho atau akrab disapa Tupputua merasa sangat bangga. Kesempatan emas itu didapat Tupputua oleh Dehasen Radio 88,5 FM ketika Wakil Presiden Republik Indonesia HM Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu tanggal 17 Februari lalu.

Pria yang baru saja menuntaskan Praktek Kerja Lapangan (magang) di stasiun televisi lokal BETV ini sebenarnya sudah terlatih menghadapi kamera dan melakukan pelaporan secara langsung untuk beberapa program televisi. Tetapi saat melaporkan peristiwa kenegaraan dalam momentum penutupan sidang Tanwir Muhammadiyah ke 51 di Balai Raya Semarak Bengkulu, dia tetap terlihat grogi, canggung dan tegang.

“Ini momentumnya berbeda dan keinginan yang sangat besar untuk terlibat dalam tim,” urai Tuppu kepada ctzonedehasenbkl.com

Saat peliputan kenegaraan Presiden RI Ir H Joko Widodo tanggal 15 Februari atau dua hari sebelum kedatangan Wakil Presiden, Tupputua sebenarnya sudah mendapat tugas melakukan perekaman (recording) “live report” Dehasen Radio. Tetapi keterlibatannya tidak secara langsung, hanya merekam dari jauh saja.

Keinginan besar untuk ikut dalam liputan kenegaraan terlihat jelas dengan melakukan aksi “kode keras” membuat video snap di akun sosial media miliknya. Rupanya video snap itu dilihat dan menjadi perbincangan rekan-rekannya sesama crue Dehasen Radio.

“Dia membuat video snap seolah-olah sedang membacakan berita liputan kenegaraan, menggunakan sapu yang digambarkan sebagai mikrofon,” ujar Nurleli, staf Administrasi Dehasen Radio.

Tupputua yang tercatat sebagai salah satu penyiar favorit Dehasen Radio memang khas dan berkharisma. Program Nostalgia Cinta yang dibawakannya mulai jam 13.00 wib, itu selalu dibanjiri permintaan (request) lagu lawas hingga titip-titip salam melalui live medsos. Suaranya yang bulat, tegas dan teratur itu membuat dia diberi kepercayaan melakukan peliputan kenegaraan.

Tanggal 17 Februari 2019 saat peliputan Wakil Presiden Jusuf Kalla, jatuh pada hari Minggu, bertepatan dengan hari ibadah Tupputua. Berdasarkan roundown acara pukul 9.00 wib dan tim peliputan harus hadir di lokasi satu jam sebelumnya, membuat Tuppu mengambil langkah taktis dan beribadah di rumah ibadah yang berada tepat diseberang Balai Raya Semarak Bengkulu.

Tupputua berpose di depan mobil dinas kepresidenan Indonesia 2 (foto: dyo)

Ketika melewati screening melalui mesin “Metal Detector” oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Tuppu bisa melewatinya dan lolos masuk ke teras utama kediaman resmi Gubernur Bengkulu tersebut. Saat berjalan menuju area peliputan, dua orang anggota Paspampres mencegat sambi memegang bahunya. Tuppu kaget dan spontan bertanya “Ada apa pak”??

Dengan nada tegas, sang prajurit TNI terlatih itu mengatakan, tidak boleh membawa botol minuman ke areal peliputan. Karena haus habis berijalan kaki menuju Balai Raya, Tuppu langsung menenggak habis isi botol minuman mineralnya dan mencari tempat sampah, ternyata tidak terlihat. “Biar kami saja yang membuangnya,” ujar Paspamres sambil merebut botol minuman dari tangan Tuppu.

Saat peliputan dan melaporkan acara kenegaraan, Tuppu juga terlihat sedikit murung. Memikirkan satu orang rekan reporternya yang juga bertugas hari itu, Anindya Safitri tertahan diluar pagar Balai Raya.

Khabar Anindya mendapat kesempatan ikut rombongan tim peliputan dengan strategi melompat ke dalam ketika Bus melewati pagar keluar, membuat Tuppu bersiaga. Bus 3 Damri warna putih yang ditumpanginya bersama beberapa jurnalis bergerak pelan mengikuti iring-iringan.

Saat mendekat ke luar pagar, dia melihat Anindya bersiap untuk berlari mendekat dan pintu Bus sudah dibuka salah seorang petugas Protokol Pemprov Bengkulu. Dilihatnya Anindya berlari dan melompat, dengan sigap Tuppu menangkap tangan Anindya dan menariknya ke dalam Bus.

“Selamat, nekat nian kamu Mak,” ujar Tuppu disambut helaan nafas panjang Anindya.

Setelah aman, Tuppu bersama Anindya kembali melaporkan kegiatan demi kegiatan kunjungan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla di Bengkulu.

“Semua rasa Capek terbayarkan dengan kebanggan bisa mengudara, ini yang terpenting dalam hidup saya dan satu catatan sejarah yang tidak dimiliki semua orang,” ujarnya berfilosofi (dyo)

Tupputua melaporkan dari Dermaga Pelabuhan Samudra Pulau Baai Bengkulu untuk Dehasen Radio 88,5 FM (foto: dyo)

 

About didi yong

Check Also

Pembangunan Tol Bengkulu-Sumsel Ternyata Sudah 30 Persen

Bengkulu: Bangkit dari pandemi Covid-19 Bengkulu terus berbenah, salah satunya dapat dilihat dari progres pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money