Home / Ekonomi dan Bisnis / Redam Konflik Nelayan, TNI AL Siagakan Kapal Perang

Redam Konflik Nelayan, TNI AL Siagakan Kapal Perang

TNI Angkatan Laut menyiagakan Kapal Perang KRI Kurau untuk meredammkonflik antar nelayan di perairan Bengkulu (foto: dyo)

Bengkulu: TNI Angkatan Laut menyiagakan Kapal Perang KRI Kurau dengan nomor lambung 856 untuk meredam konflik antara nelayan pengguna jaring Pukat Harimau atau Trawl dengan para nelayan tradidional yang terjadi sepekan terakhir.

KRI Kurau dengan daya jelajah tinggi dan dilengkapi peralatan tempur ini sandar di Dermaga Pelabuhan Samudra Pulau Baai Kota Bengkulu pada Minggu pagi 7 April 2019 dibawah komando Mayor Laut (P) Siswadony.

Kepada CTZonedehasenbkl.com, Mayor Siswandony mengatakan, mereka akan melakukan patroli di erairan Bengkulu selama 3 hari berturut-turut dengan kekuatan 36 personil terlatih dan peralatan tempur. Tindakan tegas akan diambil jika mereka menemukan indikasi kekrasan di wilayah perairan mulai dari Pulau Nias, Sikakap, Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Pulau Enggano.

“Kedatangan kami untuk meredam konflik antara nelayan tradisional dengan nelayan Trawl,” tegas Dony di Bengkulu (7/4/2019).

Konflik antara nelayan Tradisional dan trawl sudah berlangsung lama, puncaknya, pada pertengahan bulan Maret lalu, dua unit kapal trawl dibakar massa setelah digiring ke lokasi pantai Jakat kota Bengkulu.

Hari Jumat kemarin, konflik kembali pecah, lima orang Anak Buah Kapal (ABK) Trawl di tembak menggunakan senapan angin oleh nelayan tradisional di perairan Bengkulu Utara. Saling serang terus terjadi, beredar informasi, kapal milik nelayan tradisional juga dibakar.

Para nelayan Tradisional di Kelurahan Malabro dan sekitarnya melakukan perlawanan dan berupaya menyerang lewat jalur laut ke kawasan Pulau Baai, tetapi berhasil dihalau Patroli laut gabungan Polisi Perairan, TNI Angkatan Laut dan patroli Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta semua pihak untuk menahan diri. Jangan main kekerasan dan menyerahkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum.

“JIka masyarakat melihat ada Trawl beroperasi, laporkan saja, biar aparat yang mengambil tindakan,” tegas Rohidin. (dyo)

About didi yong

Check Also

Produsen Mobil Listrik Australia Lirik Bengkulu

Jakarta: Potensi Industri yang dimiliki Provinsi Bengkulu terus menjadi magnet kuat bagi investor luar. Sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money