Home / Lifestyle / Community / Polemik Pulau Tikus Berlanjut!! Pemuda Peduli Bengkulu Dan WALHI Angkat Bicara.

Polemik Pulau Tikus Berlanjut!! Pemuda Peduli Bengkulu Dan WALHI Angkat Bicara.

Bengkulu : Polemik wancan pergantuan nama Pulau Tikus menjadi Harapan dan Doa Island berlanjut. Forum pemuda Peduli Bengkulu Dan WALHI angkat bicara menentang penggantian nama dan reklamasi Pulau Tikus yang direncanakan Walikota Bengkulu.

Sejarah pulau tikus itu sendiri dimulai Pada abad ke 19 waktu inggris masuk ke Bengkulu. Disana merupakan tempat kapal merapat sebelum masuk ke Bengkulu.
Saat ini menjadi salah satu objek destinasi wisata Provinsi Bengkulu.

Tidak hanya tempatnya yang indah, juga mengandung nilai sejarah yang panjang.

Di era millenial ini pulau tikus mengalami Polemik mengenai penggantian nama dan reklamasi yang diwacanakan.

Wacana tersebut ditentang keras oleh forum Pemuda Peduli Bengkulu Dan Wahana Lingkungan Hidup Indoneaia. Kedua forum ini terus bergerak untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan Provinsi Bengkulu.

Pemuda Peduli Bengkulu didirikan pada tahun 2012, forum ini merupakan tempat berkumpulnya lembaga-lembaga yang bertujuan untuk melestarikan alam. Ada 73 lembaga yang sekarang tergabung dengan mereka sekarang.

Sedangkan WALHI, merupakan forum yang menjaga Wahana Lingkungan Hidup, 1997 untuk yang berada di provinsi Bengkulu.

Fokus pembahasan yang mereka lakukan sekarang adalah menolak penggantian nama pulau tikus menjadi HD Island dan reklamasi pulau tersebut. Forum ini menolak keras rencana tersebut dikarenakan akan merusak potensi alam laut disana yang juga akan berdampak terhadap nelayan Kota Bengkulu.

Melalui Kordinator mereka menyatakan penolakannya terhadap kedua hal tersebut, karena akan merusak potensi alam dan pemerintah harus melihat sejarah dan esensi dari pulau tersebut sebelum melakukan itu.

“Kami membuat petisi mengenai perihal masalah tersebut dan siap melakukan polling suara untuk memutuskan hasilnya, apakah diganti dan di reklamasi pulau tikus atau tidak,” tegas ketua FPPB Feri Vandalis dalam dialog di Dehasen Radio 88,5 FM senin 12 November 2018.

Disisi lain, koordinator Advokasi Walhi Bwngkulu, Dede menilai Indonesia merupakan negara hukum yang memiliki aturan-aturannya ketika ingin melakukan hal tersebut.
Reklamasi pulau tersebut juga harus dilihat sebab dan akibat kedepannya, karena hal tersebut dapat memperburuk keindahan alam laut dan Akan mempengaruhi kegiatan Bengkulu Wonderfull 2020.

“Pemerintah tidak harus membuat keputusan sendiri, tapi juga harus mendengar aspirasi dari masyarakat,” kata Dede. (Dmes)

About Bambang Superianto

Check Also

Ketua RT Muda Ini Resmi Pimpin KNPI Kota Bengkulu

Bengkulu- Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Bengkulu, Febri Yurdiman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money