Home / Ekonomi dan Bisnis / Pernak-Pernik Ramadhan: Mengulik Isian Cendol

Pernak-Pernik Ramadhan: Mengulik Isian Cendol

Lapak pedagang dengan berbagai macam isian pelengkap minuman segar di pasar Minggu Kota Bengkulu (foto/Rahayu)  Bengkulu – Bulan Ramadhan identik dengan ragam macam takjil khas yang banyak menjadi buruan masyarakat untuk berbuka puasa. Dari varian kue kering, basah, minuman segar yang dapat dijadikan menu saat berbuka puasa. Nah, yang paling banyak ditemukan dan dijajakan pedagang dihampir kios maupun lapak jajanan menu berbuka yakni es cendol.

Minuman segar ini paling banyak diminati masyarakat, untuk isian es cendol tentunya banyak macam, namun yang biasa ditemukan sebagai pelengkap minuman ini berupa cincau, jeli, delima, dan tentu saja cendol. Biasanya satu porsi minuman segar ini dihargai 5.000 hingga 10.000 rupiah tergantung toping pelengkap minuman tersebut.

Kali ini kita mengulik isian biasa si minuman manis ini. Yup, cendol terbuat dari tepung ketan dengan campuran pandan yang dibentuk dengan menggunakan alat  sehingg membentuk buliran  panjang. Namun sekarang cendol inipun  sudah dimodifikasi dengan rasa dan warna yang lain, seperti merah, kuning dan lainnya untuk menarik penampilan cendol.

Sari salah satu pembuat dan pedagang cendol mengatakan pada bulan Ramadhan seperti ini biasanya cendol, cincau dan delima laris  manis terkait harga seperti cincau 1 kotak dengan berat 400gram Rp.10.000,  delima dengan berat 250gram Rp.5000, sedang untuk satu gelas takar cendol hijau Rp.5.000 rupiah.

“Untuk hari biasa tetap juga berjualan karena mengisi bagi pedagang yang berjualan es cafucino memerlukan cincau dan juga es campur, selain itu  di bulan puasa minat konsumen akan  cincau sangat tinggi” kata Sari.

Cendol menjadi salah satu minuman yang biasa dicari dan diburu terlebih ketika ramadhan selain harganya yang relatif murah juga dapat melegakan dahaga ketika berbuka puasa.

“Semua jenis minuman seger menyegarkan dan saya suka namun  cincau lebih dominan karena bisa menghilangkan panas dalam.” Kata Gadis warga Kandang Limun yang sedang asik membeli Cendol dipasar Minggu Kota Bengkulu.

Bahan baku dan pembuatan yang masih tradisional terkadang cendol, cincau dan delima tidak dapat bertahan lama. Namun perlu diwaspadai ya d’zoners terkadang ada oknum nakal yang mencari keuntungan lebih dengan memasukkan materi atau bahan kimia lain ke dalam isian pelengkap minuman dingin ini agar dapat bertahan lama Lo. Jadi, bagi kamu penggemar cincau, cendol dan delima harus lebih teliti ya!. (Rahayu)

About rg miko

Check Also

Usai Jumatan, Jemaah MesjId Khalifah Gembira, Ada Apa?

Bengkulu: Para jemaah Salat Jumat di Mesjid Khalifah yang berada di Jalan Cebdana Sawah Lebar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money