Home / Lifestyle / Community / Perjanjian Dibalik Keindahan Bukit Kandis

Perjanjian Dibalik Keindahan Bukit Kandis

Bukit Kandis di Kabupaten Bengkulu Tengah, sangat cocok dijadikan objek wisata sambil berolahraga alam bebas (Foto: Beta Kurnia)

Karang Tinggi: Bukit kandis tepatnya berada di kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu juga salah satu termasuk wisata baru. Kenapa begitu? Sebab dulunya sebelum dijadikan kawasan wisata, bukit kandis ini tempat 11 keluarga mencari nafkah dengan memecah batu.

Disebelah bukit kandis yang berada di Desa Durian Demang Kecamatan Karang Tinggi ini terdapat satu bukit lain yang sudah habis dipecah dan diambil batunya. Untungnya, pemerintah setempat bertindak cepat supaya bukit kandis tidak dipecah, sehingga munculah ide untuk menjadikan bukit kandis sebagai wisata.

“Jika Bukit Kandis ikut dipecah, maka tenggelamlah Bengkulu, karena bukit kandis merupakan sumber air terbesar di Bengkulu,” ujar Ujang, salah seorang warga.

11 Keluarga pemecah batu itu awalnya tidak setuju dengan bukit kandis dijadikan tempat wisata. Alasannya, mereka tidak memiliki pekerjaan lain. Lalu pemerintah membuat perjanjian kepada 11 keluarga tersebut, jika bukit kandis dijadikan tempat wisata maka ke 11 keluarga tersebut diizinkan berdagang disana.

Tetapi warga masih kurang setuju takutnya ada warga lain yang berdagang di situ juga, lalu pemerintah membuat kesepakatan lagi supaya ke 11 keluarga tersebut yang diutamakan untuk berdagang, mereka pun menyetujuinya.

Akhirnya bukit kandis mulai dijadikan objek wisata, salah satunya adalah olahraga Panjat Tebing. Jika memungkinkan, kedepan, kawasan ini akan dibangun tangga seribu dan untuk Olahraga Paralayang.

“Para wisatawan akan naik melalui tangga seribu dan turun menggunakan paralayang,” Ungkap Eka, kepala bidang pengembangan objek wisata, DInas Pariwisata Kabupaten Bengkulu Tengah.

Harapan warga sekitar, supaya pengunjung sadar akan membuang sampah pada tempatnya, sebab pemerintah sudah menyediakan tempat sampah organik dan anorganik. Jadi sangat nyaman untuk didatangi para wisatawan lokal maupun manca negara.

Hendra Irawan (21), salah seorang aktivis pencinta lingkungan menyambut gembira rencana Bukit Kandis dijadikan pusat kegiatan Panjat Dinding dan Paralayang. Dia berharap supaya dalam perencanaannya memasukkan larangan untuk tidak merusak lingkungan.

“Jika ingin membangun dan mengharuskan merusak hutan, kami sangat tidak setuju,” kata Hendra irawan (21).(Beta)

About didi yong

Check Also

Antisipasi Covid-19 Polisi Disiagakan di Objek Wisata

Bengkulu Selatan: Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, sejak awal Idul Fitri jajaran Polres Kaur bersama TNI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money