Home / akademik / Perdalam Peran Lembaga Adat, Mahasiswa Dehasen FGD di Bajak

Perdalam Peran Lembaga Adat, Mahasiswa Dehasen FGD di Bajak

Puluhan mahasiswa FIS Unived menggelar FGD bersama tokoh adat dan tokoh agama di Kelurahan Bajak Kota Bengkulu. (foto: Romi)

Bengkulu:  Mahasiswa Fakultas Ilmu-ilmu Sosial (FIS)  Universitas Dehasen Bengkulu menyambangi kelurahan Bajak Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu pada Minggu 12 Desember 2019.

Tukuannya untuk memperdalan pengetahuan tentang peran Lembaga Adat di wilayah tersebut.

Kedatangan para mahasiswa disambut hangat para tetua adat,  pemuka agama hingga tokoh masyarakat yang memang memelihara Adat Melayu Bengkulu.

Pendalaman pengetahuan melalui diskusi kelompok terbatas atau Fokus Group Discussion (FGD) ini diselenggarakan di Masjid Baiturrahim. Ketua adat kelurahan Bajak Samsudirman Umar, langsung  hadir di lokasi, terlihat juga imam masjid Baiturrahim Hermasnyah Usman berserta perangkat lembaga adat, dan sejumlah jama’ah Masjid Baiturrahim.

Kegiatan diskusi ini dikomandoi oleh Romi Saputra didampingi Dosen pembimbing Bayu Risdiyanto serta puluhan mahasiswa dehasen Bengkulu yang juga turut andil dalam kegiatan tersebut.

Disampaikan oleh Romi bahwa diskusi ini adalah salah satu bentuk pembelajaran bagi kami mahasiswa dalam mengetahui tentang ada istiadat yang ada di Kota Bengkulu, khususnya di lingkup kelurahan Bajak.

“Ini merupakan bentuk pembelajaran bagi kami mahasiswa tentang adat istiadat yang sekarang nampaknya tidak menjadi acuan lagi dalam bersosialisasi,” ungkap Romi.

Menurutnya, peran lembaga adat sangat diperlukan dalam menyikapi masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat itu apakah sudah direalisasikan dengan baik atau malah belum sama sekali.

“Peran tersebut menjadi point penting dalam diskusi kami malam ini,” lanjutya.

Ada beberapa point yang sudah disiapkan mahasiswa dehasen ini untuk disampaikan dalam Fokus Group Diskusi (FGD). Adapun point-point tersebut, diantaranya Sejarah lembaga adat yang ada di kelurahan Bajak kota Bengkulu khususnya, Peran atau kegiatan apa saja yang sudah dilakukan dalam lembaga adat.

Juga terkait penanganan masalah social yang terjadi dalam masyarkat, hambatan dalam penanganan masalah tersebut, Serta harapan dan saran tentang adat istiadat yang ada di Kota Bengkulu ini.

Dosen Pembimbing, Bayu Risdianto berharap lembaga adat agar dapat berbagi ilmu dan pengalaman terkait penyelesaian masalah adat yang terjadi di lingkungan kelurahan bajak ini, sehingga dapat menjadikan acuan bagi mahasiswa dalam menyikapi masalah social yang ada di lingkup kampus.

“Mewakili mahasiswa Universitas Dehasen Bengkulu kami berharap kepada pengurus adat untuk dapat berbagi ilmu kepada mahasiswa kami terkait peran adat dalam menyelesaikan berbagai masalah, sehingga mahasiswa kami dapat menyerap ilmu-ilmu yang bapak-bapak sekalian berikan,” kata Bayu .(**)

About didi yong

Check Also

Harun Mahbub: Tik Tok Sudah Merasuki Jurnalisme

Bengkulu: Ada yang menarik saat Redaktur pelaksana Liputan6 Harun Mahbub saat memaparkan materi dalam Seminar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money