Home / akademik / Peradaban Syi’ar Islam Bangkahulu di Surau Lamo

Peradaban Syi’ar Islam Bangkahulu di Surau Lamo

Kota Bengkulu: Sudah menjadi tradisi orang-orang melayu di Bangkahulu, sebutan untuk Provinsi Bengkulu, di Pulau Sumatra yang dahulu juga di kenal dengan Pulau Perca kemudian berganti nama dengan nama pulau emas (Swarna Dwipa atau Swarna Bhumi), menikahkan keturunan dan kelurga mereka apalagi dari trah dan silsilah berdarah putih (bangsawan/keturunan raja) dengan keturunan bangsawan atau pemuka agama pula serta memberikan gelar sehingga mereka mendapatkan beberapa gelar yang diterima dari keluarga besar, trahnya, petilasan (persinggahan), bisa juga karena kepiawaiannya, gelar adat atau karena hasil dari pernikahannya.

Pemerhati sejarah Bengkulu,  H Rolly Gunawan menjelaskan,  Datuk Nyai menikah dengan Daeng Makule (Tahun 1681 – 1753) mendapatkan 7 (tujuh) orang anak ; Anak Sulungnya bernama Encik Badaria, anak keduanya bernama Daeng
Makrufa, anak ketiga bernama Encik Ismail, anak ke empat bernama Daeng Marewa, anak kelimanya bernama Encik Sakdiah, anak ke enem bernama Encik Sopiah, anak bungsunya bernama Encik Juriah.

Daeng Makrupa kawin dengan memakai adat perkawinan jujur dengan orang Bintuhan, Daeng Marewa menikah dengan Siti Patimah anak Syaikh
Achmad Gunawi seorang Kapten, bangsawan dari Baghdad. Encik Sakdiah menikah dengan Raden
Sangnata yakni kemenakan Raden Tumenggung Wirio Adiningrat dari Madura, keturunan dari Brawijaya, Raja
Majapahit.

Sedangkan Encik Juriah menikah dengan Raden Tumenggung Wiro Adiningrat anak dari Sultan Bangkalan Madura. Kemenakan Daeng Makrupa, anak Daeng Marewa. Daeng Indra Alam menikah
dengan Encik Dayang Siti Jena mempunyai keturunan Siti Jenibah, Siti Jenibah menikah dengan Said Muhammad Zen Al Madani yang bergelar Aria Suriya Adiningrat (Lahir Tahun 1711, wafat Tahun 1853) , seorang Syeik dari Hendramaut tanah Arab.

Ketika itu, Tuan Syeikh Said
Muhammad Zen Al Madani mengajar mengaji dan melakukan Syiar dakwah Islam beliau mendirikan sebuah pondok
pengajian, yang pondok pengajian tersebut dikenal oleh masyarakat Bangkahulu sebagai Surau Lamo.

Semakin hari semakin bertambah ramai jemaah Tuan Syeikh Said Muhammad Zen Al Madani hingga pondok pengajiannya tidak mampu lagi
menampung jemaah pengajian tersebut karena keterbatasan ruang Surau Lamo.

Untunglah Said Muhammad Zen Al Madani dibantu oleh seorang kemenakannya, Raja Haji Junaidi yang juga melakukan Syiar Islam.
Daeng Makrufa melihat situasi yang demikian tersebut
menyarankan cucunya itu untuk pindah ke mesjid Agung yang lebih luas sehingga mampu menampung jemaah yang semakin bertambah banyak dan padat tersebut.

Sementara itu, Haji Sutan Muhammad
Zahab ikut menggali dan menambah wawasan dan pengetahuan sehingga berguru kepada Tuan Said Muhammad Zen Al Madani serta beliau juga ikut membantu dalam melakukan syiar Islam di Mesjid Agung tersebut.

Tuan Said Muhammad Zen Al Madani mempunyai 3 (tiga) orang
anak, yang pertama diberi nama Syarif Alwi. Setelah ia tumbuh dewasa Syarif Alwi dijodohkan dengan
anak Pangeran Sumonegoro yang dibawa dari Jogyakarta.

Pangeran Sumonegoro ketika itu tinggal di
Tengah Padang dan membuat rumah beratap ijuk dan memiliki sebuah kereta kencana, anak kedua dan
ketiganya bernama Seripah Gedang dan Seripah Kecik, keduanya kembali ke Hendramaut.

Setelah wafat
Tuan Said Muhammad Zen Al Madani kemudian dimakamkan di Surau Lamo tempat ia pertama kali melakukan
syiar Islam. Surau Lamo itu hingga hari ini masih ada tanda dan puing-puing sisa dari reruntuhan sebagai fakta sejarah di Bangkahulu.

Lokasi persis, Surau Lamo tersebut berdampingan dengan
Makam Raden Sentot Ali Basyah Abdul Mustapa Prawiradirja di Kelurahan Bajak Kota Bengkulu.
Raja Haji Junaidi
kemudian menggantikan Pamannya Tuan Said Muhammad Zen Al Madani menjadi seorang ulama
terkemuka di Bengkulu kemudian melakukan syiar Islam dengan bekerjasama kepada Haji Sutan Muhammad Zahab, yang menjadi Ulama dan Imam di mesjid Agung.
Raja Haji Junaidi menikah dengan Raden Ayu Kencana Ungu anak Raden Muhammad Zen yang pernah menjadu Kepala Divisi Lais tahun (1820-1833), beliau mendapatkan seorang anak diberi nama
Raden Haji Abdul Khalik. Haji Sutan Muhammad Zahab dijodohkan dengan adik kandung Raja Haji Junaidi yang
bernama Siti Zainu Syaraf, Kemudian Siti Zainu Syaraf wafat. Haji Sutan Muhammad Zahab menikah
kembali dengan Hj. Siti Khadijah seorang keturunan Raja Natal. Raden Abdul Khalik dinikahkan dengan Siti Amanah, anak Haji Sutan Muhammad Zahab dinikahkan dengan Hj. Siti Khadijah.

Raja Haji Junaidi wafat dimakamkan
berdampingan dengan Gurunya Tuan Said Al Madani di Surau Lamo, saat ini Makam kedua orang ulama ini sudah rata dengan tanah.
Sedangkan Haji Sutan Muhammad Zahab dalam kegiatan sehari-hari juga berperan sebagai seorang ‘Kadhi’ namun lebih terkenal dengan gelar _Tuan Kali._

Istilah Kali tersebut mungkin saja berasal dari kata Kadhi dari kesalahan tutur lisan masyarakat sehingga terbiasa menyebut Tuan Kali, namun semenjak Raden Haji Abdul Khalik menjadi
menantunya lahirlah gelar tambahan baru bagi Haji Sutan muhammad Zahab menjadi _Tuan Kali Tuo_.

Sedangkan Raden Haji Abdul Khalik mendapat julukan baru menjadi _Tuan Kali Mudo._
Haji Sutan
Muhammad Zahab banyak meninggalkan tulisan tangan dalam bahasa Arab dan Melayu (Jawi) tentang Fiqih,
Ilmu pengobatan, Thasawuf dan Al Quran. Haji Sutan Muhammad Zahab dimakamkan di Tengah Padang,
(dekat Puskemas Tengah Padang). Raden Haji Abdul Khalik kemudia meninggal dan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarganya
di Bajak, sekitar 20 meter dari makam Raden Sentot Ali Basyah Prawiradirja persis ditepi jalan berbatas dengan pagar, namun hari ini makam tersebut telah diisi oleh Jenazah lain, yaitu Raden Iskandar sehingga menghilangkan jejak makam Tuan Kali Mudo tersebut. (•••)

About didi yong

Check Also

Workshop Cek Fakta, AJI Indonesia Gandeng Ilkom Unived

  Bengkulu: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggandeng Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Dehasen Bengkulu pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money