Home / Education / Artikel / Penyedia Kamar Kost Sekitar Kampus Dehasen Menjamur, Ini Tarifnya

Penyedia Kamar Kost Sekitar Kampus Dehasen Menjamur, Ini Tarifnya

Bisnis Kamar Kost saat ini semakin menjamur di kawasan sekitar kampus Universitas Dehasen Bengkulu (foto: dyo)

Bengkulu: Lingkungan di sekitar kawasan kampus memang sangat strategis. Kebutuhan para mahasiswa untuk mencari tempat tinggal sementara terutama kamar kost membuat ladang bisnis ini semakin menggiurkan.

Khusus di kawasan Sawah Lebar, Kebun Tebeng dan sekitarnya, mayoritas dihuni oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang menimba ilmu di Kampus Universitas Dehasen, Stikes dan Akbid Dehasen. Kedua kampus yang dikelola satu Yayasan Pendidikan ini berdekatan dan berada di lingkungan pendidikan.

Selain kedua kampus itu, kawasan Sawah Lebar dan Kebun Tebeng juga terdapat SMP Negeri 2, SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 5 Kota Bengkulu yang merupakan sekolah favorit di kota ini. Ada lagi sekolah Islam Terpadu yang dikelola yayasan Al Fida yang mengelola pendidikan sejak Taman Kanak-kanak hingga SLTA.

Tarif yang dipatok para pemilik kost beragam, untuk kamar kost yang dekat dengan jalan raya, tidak jauh dari kampus dan memiliki fasilitas seperti kamar mandi di dalam dan pendingin ruangan tentu akan jauh lebih mahal jika dibandingkan kamar kost yang minim fasilitas.

Angkanya bisa mencapai Rp 1 juta hingga 1,5 juta per bulan. Atau jika ingin langsung kontrak tahunan, bisa ditawar hingga Rp 10 juta per tahun. Tapi tenang saja, harga terendah di kawasan ini masih ada yang terjangkau, satu bulan hanya dipatok Rp 200 hingga 300 ribu rupiah saja. Jika ingin kontrak tahunan bisa kok cuma bayar Rp 1,5
hingga 2 juta setahun. Itupun masih diberi kelonggaran jika ingin diisi oleh dua mahasiswa hanya nambah Rp 500 ribu saja per tahun.

Akhmad Sanusi, pemilik bisnis kamar kost di Sawah Lebar mengaku tidak pernah kekurangan orang yang mengontrak. Bahkan jika ada yang sudah tamat kuliah tapi masih ingin mencari kerja diBengkulu, mereka belum mau melepas kontrakannya kepada pihak lain dan terus nyambung hingga punya rumah sendiri.

“Mungkin karena akses yang tidak jauh dari jalan raya, mereka tetap bertahan. Beberapa alumni Dehasen bahkan baru mau pindah setelah punya rumah sendiri,” tegas Sanusi yang tinggal di kawasan Jalan Sepakat ini.

Pemilik bisnis kamar kost diminta untuk memperhatikan pengawasan terhadap para penyewa fasilitas yang disediakan (foto: dyo)

Perlu Pengawasan Khusus

Para pemilik bisnis kamar kost, saat ini berlomba-lomba untuk menarik para calon penghuni, terutama kamar kost yang baru dibangun tetapi aksesnya jauh dari kampus maupun jalan raya.

Demi menarik pelanggannya, para pemilik kosan bahkan menawarkan fasilitas yang di sediakan dan membebaskan aturan kosan, sehingga membuat para pencari kosan berminat mau mengekos yang ditawarkan oleh pemilik kosan. Apalagi sekarang kos-kosan sering disatukan antara cowok dan cewek.

Secara aturan sebetulnya mereka, (pemilik kosan) sudah salah, tapi ternyata masih banyak ditemukan prakteknya di beberapa tempat kost. Hasil penelusuran jurnalis ctzonedehasenbkl.com menemukan banyak sekali kos-kosan membebaskan penghuninya tanpa pengawasan.

“Masih banyak yang bebas aturannya, kami sebagai warga sangat resah melihat tingkah laku mahasiswa yang mengekos tanpa pengawasan pemilik kosan”. Ujar Yuli (39) warga sawah lebar (15/12/2018).

Pihaknya menyarankan kepada pemilik kost agar setiap kosan harus disediakan penjaga, supaya tidak terjadi hal–hal yang tidak diinginkan.

“Kami sering melihat mahasiswa membawa pasangannya ke dalam kosan hingga larut malam,” sambung Yuli. (RPU)

About didi yong

Check Also

Mengenal Lebih Dalam Komunitas Kracker Supermoto Bengkulu

  Minggu malam, puluhan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi mendatangi komunitas Motor Trail / supermoto. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money