Home / Education / Artikel / OPINI PUBLIK TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN USAHA OLAHAN HASIL PERIKANAN DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI PROVINSI BENGKULU

OPINI PUBLIK TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN USAHA OLAHAN HASIL PERIKANAN DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI PROVINSI BENGKULU

 

Salah satu provinsi yang memiliki potensi perikanan yang besar adalah Bengkulu. Di bidang kelautan dan perikanan, menurut data Departemen Kelautan dan Perikanan, Provinsi Bengkulu memiliki potensi sebesar 145.334 ton dengan hasil 39.203,3 ton, sedangkan untuk potensi perikanan darat, telah dimanfaatkan meski juga belum optimal. Data yang ada menunjukan hasil tangkapan tahun 2006. menghasilkan 145.334 ton ikan. Dengan sumber daya yang ada, maka potensi ikan demersal di wilayah Provinsi Bengkulu mencapai 27.000 ton per tahun, pelagis sebanyak 86.000 ton per tahun, tuna sebanyak 8600 ton per tahun, cakalang mencapai 13.000 ton, ikan karang sebanyak 1.250 ton, tenggiri 4.000 ton, tongkol 3.800 ton, lobster 320 ton, udang karang 2200 ton dan cumi-cumi sebanyak 169 ton per tahun.2 Hasil laut yang sangat potensial tentunya menarik untuk dapat dikembangkan agar dapat berkontribusi bagi perbaikan ekonomi Bengkulu khususnya. Sebagai salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh adalah dengan memberdayakan nelayan untuk tidak hanya memanfaatkan hasil laut dan perikanan untuk konsumsi saja, tetapi bagaimana hasil tersebut dapat bernilai guna yang lebih kompetitif dan berkontribusi bagi perekonomian secara berkelanjutan. Salah satunya ialah dengan program UMKM berbasis pengolahan ikan. Usaha pengolahan ikan di Indonesia sejak tahun – tahun terakhir memiliki peluang yang sangat baik. Usaha pengolahan ikan tersebut terutama didorong oleh kebijakan pemerintah yang memberikan prioritas sangat tinggi. Hal ini berkaitan dengan masih rendahnya masyarakat Indonesia mengkonsumsi ikan.

Usaha pengolahan ikan memang sangat strategis untuk menggerakkan aktifitas usaha sub sektor Perikanan. Kegiatan usaha tersebut memungkinkan ikan yang dihasilkan petani ikan dapat disajikan secara lezat dan menarik selera. Dalam upaya peningkatan produksi perikanan pada sebagian masyarakat pesisir untuk pengetahuan dan penerapan teknologi masih terbatas. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara pengolahan berbagai hasil perikanan, memberikan pelatihan berupa keilmuan praktis dan bantuan teknologi yang sangat dibutuhkan masyarakat dan mengembangkan semangat kewirausahaan, selalu berpikir kreatif dalam memecahkan masalah dan persoalan masyarakat dengan mengembangkan pola kemandirian usaha perikanan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam olahan berbagai hasil perikanan.

Pemberdayaan diarahkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat secara produktif sehingga mampu menghasilkan nilai yang tinggi dan pendapatan yang lebih besar. Upaya peningkatan kemampuan untuk menghasilkan nilai tambah tidak harus ada perbaikan akses terhadap empat hal, yaitu akses sumber daya, akses terhadap teknologi, akses terhadap pasar dan akses terhadap permintaan. Peningkatan keterampilan masyarakat sangat diperlukan untuk memajukan perekonomian. Keterampilan ini dapat berupa keterampilan pengolahan produk makanan berbasis hasil laut dan pertanian, dapat pula ketrampilan non pangan. Sehingga ibu-ibu rumah tangga dapat mencari penghasilan tambahan. Selain praktek mengolah produk berbahan dasar ikan, masyarakat juga mendapatkan ilmu mengenai “Makan Ikan itu Sehat” dan analisis usaha produk, sehingga produk-produk yang telah diajarkan dapat diaplikasikan langsung membuat produk jajanan sehat untuk anak di rumah dan juga dapat menjadi sumber tambahan pendapatan rumah tangga dengan membuat usaha jajanan skala kecil di lingkungan sekolah maupun rumah tangga. Seperti contoh pengetahuan dan pemahaman tentang penerapan ilmu dan teknologi dalam pembuatan olahan hasil perikanan berupa krupuk cakalang dan sosis ikan. Kerupuk dan sosis ikan merupakan produk hasil perikanan yang terbuat dari campuran daging ikan dan bumbu/bahan pembantu lainnya yang melewati proses pengadonan, percetakan, perebusan/pengukusan, pengirisan dan untuk krupuk dilakukan pengiringan.

Untuk menjalankan suatu usaha bersama diperlukan kerjasama yang baik antar anggota. untuk kedepannya masyarakat bisa lebih memanfaatkan teknologi informasi yang ada (smartphone) untuk mengembangkan produk unggulan desa yakni kerupuk ikan. Contohnya dalam hal kemasan, disini masyarakat bisa lebih berpikir kreatif untuk mengemas bagaimana kemasan yang bagus dapat menarik konsumen sehingga produk selalu bisa kompetitif berada di pasaran.

 

*Opini Masyarakat Terhadap Program Peningkatan Keterampilan Usaha Olahan hasil Perikanan

Jalan yang dapat ditempuh untuk memberantas kemiskinan itu sendiri sangatlah banyak. Salah satunya yakni dengan membekali masyarakat desa dengan keterampilan yang dapat diterapkan dengan mudah oleh masyarakat desa. Konsep disini dapat digunakan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat desa agar bisa lebih mandiri secara finansial yaitu dengan memanfaatkan sektor potensial yang ada di desa dan menjadikannya berharga sebagai produk unggulan yang bernilai dan dapat diproduksi secara berkelanjutan sehingga kebermanfaatan nya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Di Provinsi Bengkulu yang memiliki potensi ikan cukup besar dapat dimanfaatkan potensi tersebut untuk mengembangkan perekonomian masyarakat dengan membuat sebuah produk olahan ikan yang bernilai dan potensial untuk di kembangkan.

Untuk menjalankan suatu usaha bersama diperlukan kerjasama yang baik antar anggota. Maka dari itu saran yang dapat diberikan untuk masyarakat yaitu untuk kedepannya bisa lebih memanfaatkan teknologi informasi yang ada (smartphone) untuk mengembangkan produk unggulan. Contohnya dalam hal kemasan, disini masyarakat bisa lebih berpikir kreatif untuk mengemas bagaimana kemasan yang bagus dan dapat menarik konsumen sehingga produk selalu bisa kompetitif berada di pasaran. Berdasarkan kegiatan, masyarakat dapat meningkatkan wawasan, keterampilan dalam penguasaan teknologi tepat guna, peningkatan produksi, peningkatan pendapatan dan manajemen usaha.

Akan tetapi pengetahuan teknologi dan pegetahuan masih menjadi masalah untama yang di hadapi kelompok masyarakat di pesisir. Pengolahan dan pengawetan ikan dari hasil produksi perikanan masih kurang maksimal dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Dalam upaya peningkatan produksi perikanan pada sebagian masyarakat pesisir untuk pengetahuan dan penerapan teknologi masih terbatas.

 

*Kesimpulan*

Perikanan di provinsi Bengkulu mempunyai potensi yang sangat besar untuk peluang bisnis yang menguntungkan jika diolah dengan teknisi yang berkualitas. Pembekalan untuk masyarakat tentang perikanan sangat di perlukan dimulai dari cara mengolah sampai dengan pendistribusian.

Upaya pemberdayaan yang dilakukan ini juga membutuhkan dukungan dari masyarakat karena yang menjadi subjek adalah masyarakat dalam lingkup itu sendiri. Serta pemerintah sangat di perlukan dalam proses peningkatan potensi masyarakat. Pelaksanaan pembekalan masyarakat akan membawa dampak positif yang besar bagi sosial di Provinsi Bengkulu.

 

1. Febrian Tomi Valentino (21100006)
2. Melinda sari (21100002)
3. Trio ardianto (21100126p)
4.peli Novica (21100048)
5. Halima tu sadiah (2110058)

About Anisa Akmalia

Check Also

AKTIVITAS EKONOMI MEMBAIK PASCA COVID-19 MENDORONG PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU

Bengkulu – Sejak WHO menetapkan Virus corona (Covid-19) sebagai pandemi global. Dampak yang besar akibat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money