Home / dehasen radio / Mahasiswa Unived Gelar Sholat Ghaib Untuk Korban Mahasiswa Haluoleo

Mahasiswa Unived Gelar Sholat Ghaib Untuk Korban Mahasiswa Haluoleo

Mahasiswa Unived menggelar tabur bunga dari atas kampus untuk menyatakan keprihatikan atas peristiwa yang merenggut nyawa 2 orang mahasiswa Univ Haluoleo Kendari. (Foto: Tuppu)

Bengkulu: Puluhan mahasiswa Universitas Dehasen Bengkulu menggelar rangkaian aksi keprihatinan terhadap dua orang mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara yang meninggal dunia dalam Demo Kamis 26 September 2019 kemarin.

Para mahasiswa yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa, UKM Seni, UKM Kerohanian dan Radio Dehasen 88,5 FM memusatkan aksi di lantai 5 kampus Unived yang berada di Jalan Meranti nomor 32 Sawah Lebar Kota Bengkulu.

Sholat Ghaib dipimpin Harry, imam ketua UKM Kerohanian. ikut juga dalam kegiatan ini, para dosen dan staf administrasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Unived.

Usai Sholat, para mahasiswa membentuk formasi melingkar lalu menyalakan lilin demokrasi oleh para personil Radio Dehasen bersamaan dengan aksi teatrikal pembacaan Puisi oleh anggota UKM Seni Alif Zafran dan Afifa Azara Nur Arahman. Usai teraktrikal, para mahasiswa melakukan aksi tabur bunga di atas gedung kampus Unived.

Dalam keterangannya kepada para jurnalis, ketua BEM Unived Anry Saputra mengatakan, Aksi keprihatinan ini sebagai bentuk solidaritas para mahasiswa terhadap peristiwa yang terjadi di Kota Kendari. Sehari sebelumnya, ribuan mahasiswa Unived bergabung bersama para mahasiswa dari 5 Universitas juga menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

“Kita prihatin dengan tindakan represif yang harus menelan korban jiwa, ini harus dievaluasi, sampaikan salam kami untuk kawan-kawan aktivis Kendari,” tegas Anry di Bengkulu Jumat 27 September 2019.

Korlap aksi UKM Seni Fardo Burenza menyatakan,  Puisi kesedihan yang dibacakan oleh anggota UKM seni sebagai bentuk ekspresi keprihatinan. Para mahasiswa ikut berbela sungkawa dan merasakan kesedihan sama dengan yang dirasakan seluruh mahasiswa Indonesia.

“Kita berduka, kita berkabung, cukup sudah, semoga tidak ada lagi nyawa yang melayang,” urai Fardo.

Koordinator Radio Dehasen, Anindya Safitri mengatakan pihaknya sengaja menyalakan lilin Demokrasi sebagai bentuk menyalakan semangat para mahasiswa untuk tetap ktitis, berjuang dan menjadi agen perubahan.

“Negara ini harus dikawal, tugas para mahasiswa untuk terus dan terus melakukan pengawasan dan jangan takut untuk melontarkan kritik, terus nyalakan api perjuangan,” tegas Anindya. (DEV)

 

About didi yong

Check Also

Festival Pesisir Pantai Panjang Tembus Wonderful Indonesia 2020

Bengkulu: Satu lagi ajang promosi pariwisata Bengkulu yaitu Festival Pesisir Pantai Panjang berhasil menembus masuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money