Home / Lifestyle / Community / Kenduri dan Tolak Bala’ Nelayan Muara Jenggalu Kota Bengkulu

Kenduri dan Tolak Bala’ Nelayan Muara Jenggalu Kota Bengkulu

Suasana dan Prosesi acara Kenduri Selamatan dan Tolak Bala’ dikawasan Sungai/ muara Jenggalu Kota Bengkulu

Kota Bengkulu-Menyambut dan mengisi Muharram Tahun ini banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat, seperti halnya kegiatan syukuran, selamatan, festival, hingga kenduri tolak Bala’. Salah satunya dilakukan warga nelayan di Muara Jenggalu Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Selasa (10/09).

Disampaikan Maryono atau yang akrab disapa pakde merupakan salah satu warga nelayan Jenggalu, kenduri ini memang terus dilakukan warga nelayan yang ada disekitaran Muara Jenggalu Kota Bengkulu setahun sekali tepatnya pada bulan Muharram. Selama setahun kurang lebih mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarga mereka di aliran sungai dan Muara Jenggalu, sepatutnya mereka bersyukur atas hasil yang didapat.

” Kegiatan ini telah dilakukan sejak lama, yang terhimpun dalam kesatuan kelompok nelayan setempat, hal ini dilakukan untuk syukuran atas melimpahnya hasil yang dapat dimanfaatkan untuk mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan dalam rangkaian tersebut juga untuk menolak bala’ ” ujarnya.

Untuk melaksanakan tradisi syukuran dan kenduri tolak bala’ ini, ada berbagai perlengkapan yang harus disiapkan oleh mereka, seperti nasi ketan kuning atau punjung nasi kuning, dua ekor ayam yang sudah diolah sebagai tutup punjung nasi ketan, pisang emas serta berbagai pernak-pernik lainnya.

Sebelum acara ini dilakukan para nelayan setempat berkumpul disalah satu tempat yang telah disepakati oleh mereka yang tentunya berada di kawasan aliran sungai ataupun muara Jenggalu, kemudian mereka akan duduk berdampingan dengan penerangan seadanya sembari melantunkan ayat alqura, shalawat berikut dengan doa selamat serta terhindar dari bala’.

Prosesi ini tidak berlangsung lama, dimana setelah usai acara mereka langsung menyantap hidangan nasi kuning, ayam berikut lauk pauk yang telah mereka bawa. sembari menyantap hidangan mereka akan saling bercengkrama berbalut dalam persatuan yang erat mencerminkan satu dalam kebersamaan dimana mereka adalah senasib dan sepenanggungan untuk mencari hasil tangkapan yang tersedia di aliran sungai maupun mereka.

Berbagai biota sungai maupun muara yang mereka tangkap yakni, kepiting/ rajungan, udang, berbagai jenis ikan, kerang/ lokan, serta lainnya. dan bahkan beberapa tumbuhan yang hidup di sekitar kawasan sungai/ muara pun dapat menghasilkan. (K08)

 

About rg miko

Check Also

AJI  Minta Usut Doxing, Intimidasi, Ancaman Pembunuhan Jurnalis Detikcom

Jakarta: Kasus kekerasan terhadap wartawan kembali dialami jurnalis setelah menulis berita terkait Presiden Joko Widodo, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money