Home / Education / Artikel / Fort Marlborough, Benteng Keren Peninggalan Inggris Di Bengkulu

Fort Marlborough, Benteng Keren Peninggalan Inggris Di Bengkulu

Fort Marlborough, benteng keren sisa peninggalan kolonial Inggris di Kota Bengkulu (foto: Ivo)

Bengkulu: Masa penjajahan sebelum Indonesia merdeka meninggalkan banyak situs pertahanan.

Sebut saja Benteng Vredeburg di Yogyakarta, Makassar punya Fort Rotterdam dan banyak lagi, baik itu yang masih berdiri kokoh maupun yang tinggal puing-puingnya saja.

Diantara banyak benteng tersebut,  yang paling keren dan kokoh adalah Fort Marlborough.  Benteng yang dibangun masa penjajahan kolonial Inggris di Bengkulu itu,  saat ini masih berdiri kokoh menghadap Samudra Hindia. Benteng ini juga terbesar di Asia Tenggara.  Untuk ukuran Benua Asia terbesar kedua setelah Ford St George Madras di India.

Berada di kawasan segitiga emas,  China town,  Tapak Paderi dan Lapangan Mount Felix (tugu merdeka), Fort Marlborough yang pernah dipimpin Gubernur Jendral Inggris Sir Thomas Stamford Raffles ini terlihat paling menonjol.

Siang hari ketika saya melewati Pantai Panjang, Fort Marlborough berdiri diatas bukit buatan itu terasa megah dengan latar belakang Samudera Hindia.

Struktur bangunan terlihat sangat kokoh. Sebelum masuk bangunan induk, pengunjung melewati pintu utama yang terletak di sisi barat daya. Setelah itu  kita akan melewati jembatan penghubung antara pintu masuk dengan bangunan induk.

Pemandangan lepas ke Samudra Hindia, merupakan daya tarik tersendiri di Fort Marlborough yang keren (foto: Ivo)

Di bawah jembatan terlihat parit yang mengelilingi benteng. Sebelum jembatan, ada empat batu nisan, dua di antaranya nisan peninggalan di masa Benteng York, benteng yang dibangun Inggris sebelum Benteng Marlborough. Pada nisan-nisan tersebut tertera nama George Shaw (1704), Richard Watts Esq (1705), James Cune (1737) dan Henry Stirling (1774).

Saya sempat terkesima begitu tiba di pintu masuk bangunan utama yang tinggi dan terbuat dari baja hitam. Terlihat sangar !! Saya membayangkan betapa di sini dahulu dijaga ketat oleh serdadu-serdadu penjajah.

Saya kemudian masuk bangunan sebelah kiri, di sana tersimpan foto-foto kenangan tentang Benteng Marlborogh. Foto-foto itu terlihat usang. Ada foto perkembangan pembangunan, jenis rempah-rempah yang tersedia, pemimpin bangsa penjajah, hingga saat Bung Karno ditahan di benteng.

Ruang tahanan yang sangat kokoh di dalam Fort Marlborough, disinilah Kolonial Inggris membangun di Indonesia bagian barat (foto: Ivo)

Dalam benteng terdapat beberapa bangunan yang memanjang yang memiliki fungsi masing-masing. Bangunan diapit oleh bastion. Bastion-bastion yang terdapat di keempat sudut Benteng Marlborough berbentuk segi lima. Bastion-bastion tersebut dikelillingi oleh tembok yang dilengkapi dengan celah intai berbentuk segitiga.

Pada Bastion bagian selatan, pengunjung dapat menjumpai sisa rel meriam yang berbentuk lingkaran. Sedangkan pada bastion di bagian selatan dan timur menempel 8 buah cincin besi yang masing-masing berjarak satu meter.

Bastion rata-rata memiliki dua kamar, Kamar-kamar di dalam bastion ini dulu digunakan sebagai penjara bagi tahanan-tahanan pemerintah Inggris.

Menurut beberapa sumber, dahulu ada terowongan bawah tanah yang berfungsi sebagai penghubung keluar. Di antaranya adalah terowongan bawah tanah yang menuju ke Pantai Panjang, Tapak Padri dan Gedung Daerah (Istana Gubernur). Lantaran tidak terpelihara, terowongan tertutup dengan sendirinya.

Terowongan-terowongan bawah tanah tersebut rencananya akan difungsikan seperti semula oleh pemerintah Provinsi Bengkulu, sehingga keistimewaan Benteng Marlborough makin lengkap.

Banteng Marlborough didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Callet. Konon, benteng ini menjadi benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St George di Madras, India.

Setelah berkeliling saya naik di belakang benteng, saya berdiri sambil memandangi Samudera Hindia. Laut biru, pantai yang bersih, perahu-perahu yang bergerak dengan latar langit cerah menjadi penghias utama.

Sungguh, pemandangan yang luar biasa cantik. Secantik perasaan saya saat ini, saat menelusuri pesona pantai panjang dan benteng Marlborough. Saya berharap, kalian berkunjung ke sini dan menikmati lagi keindahannya. (ivo)

About didi yong

Check Also

Ketua RT Muda Ini Resmi Pimpin KNPI Kota Bengkulu

Bengkulu- Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Bengkulu, Febri Yurdiman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money