Home / Lifestyle / Community / EMTEK Tekan Tombol Migrasi Sistem Penyiaran Bengkulu-1

EMTEK Tekan Tombol Migrasi Sistem Penyiaran Bengkulu-1

Bengkulu: EMTEK grup mulai menekan tombol migrasi pengalihan siaran TV analog ke siaran TV digital.

Sebagai salah satu pemegang Service Provider yang ditunjuk pemerintah,  grup besar SCTV,  Indosiar dan banyak anak perusahaan media melakukan ujicoba tahap pertama dan akan dilaksanakan tiga tahap untuk wilayah Bengkulu-1 meliputi Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Tahap pertama ujicoba diluncurkan secara resmi di lokasi Transmisi Indosiar di Jalan WR Supratman kecmatan Muara Bangkahulu dan dibagikan secara simbolis kepada 15 warga penerima alat Set Top Box (STB)  pengganti ante

Direktur Utama Indosiar Imam Sudjarwo mengatakan,  Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah, akan menjadi tempat pertama yang dijadikan uji coba migrasi siaran TV analog ke siaran TV digital tahap pertama pada 30 April 2022. Di lanjutkan pada tanggal 25 Agustus 2022 dan 2 November 2022.

“Sesuai dengan regulasi Pemerintah,  tanggal 22 novber kita berlakukan Analog Switch Off,  artinya sudahbtidak ada lagi siaran TV Analog,  semuanya dugital,” kata Imam di Bengkulu Kamis 9 Maret 2022.

Pengalihan ini akan menyebabkan siaran TV analog berhenti secara otomatis Grup SCM EMTEK selain mengudara dengan dua stasiun TV utama SCTV dan Indosiar,  juga menyediakan dua canel siaran khusu anak-anak dengan nama cancel (Mentari TV) dan canel religi (Aswa TV)

Eli,  salah seorang warga oenerima STB gratis dari Indosiar mengatakan,  dengan migrasi siatem ini,  tentu saja banyak keuntungan yang diterima,  siaran televisinya jadi jernih, tidak kusut, gambarnya juga bagus, terang, suara lebih jernih dan banyak chanel yang ditangkap untuk ditontorn.

“Terima kasih INDOSIAR dan SCTV ”  ujar ibu Eli, salah satu warga yang menjajal program STB.

Program ini sangat sesuai dengan moto Bengkulu, Bengkulu Bahagia. KPI menjajal dan mengusahakan untuk membuat masyarakat Indonesia, Bengkulu khusunya, tidak lagi merasakan program televisi yang semrawut.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Agung Suprio berharap program ini mampu membuat masyarakat lebih nyaman dalam menonton siaran-siaran televisi.

“STB ini juga cukup satu kali pembelian, berlaku untuk seumur hidup. Tidak memerlukan antena kembali,” kata Agung

(Annisatul Azizah)

About didi yong

Check Also

DPR Minta Imbauan Kapolri Soal WFH Cegah Macet Arus Balik Ditindaklanjuti

JAKARTA:: Imbauan dan saran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar instansi pemerintah dan swasta menerapkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money