Home / akademik / Ekonomi Bengkulu Belum Terdampak Virus Corona

Ekonomi Bengkulu Belum Terdampak Virus Corona

Bengkulu: Goyahnya perekonomian China atau Tiongkok akibat merebaknya virus corona belum memberikan dampak terhadap perekonomian Bengkulu secara umum.

Buktinya,  perekonomian Provinsi Bengkulu tahun 2019 mengalami pertumbuhan yang cukup besar yakni 4,96 persen. Meski begitu pertumbuhan ini sedikit melambat jika dibanding periode ke IV tahun 2018 yang berhasil tumbuh sebesar 4,99 persen.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Rif’at Pasha mengatakan, kondisi tersebut disebabkan perhitungan pertumbuhan ekonomi Bengkulu belum masuk fase saat virus tersebut mulai merebak pada awal tahun 2020.

“Masih belum dihitung,”  ujar Rifat dalam rilis perekenomian Bengkulu Senin 10 Februari 2020.

Dia memprediksi pengaruh Virus Corona dan perekonomian China itu akan tergambar dalam penghitungan perekonomian triwulan pertama tahun 2020 yang akan dirilis pada bulan April mendatang.

Apalagi saat ini beberapa produk impor China terutama komoditas bawang putih dan beberapa produk lain masuk ke Bengkulu.  Sektor lain yang juga akan berpengaruh pada prediksi perekonomian triwulan pertama 2020 adalah ekspor barang tambang khususnya Batu Bara. China saat ini menjadi negara tujuan utama ekspor Batu Bara dari Bengkulu.

“Pasti ada pengaruhnya,  tetapi tidak saat ini, ” lanjut Rifat.

Problem pemasaran Batu Bara itu sebenarnya akan teratasi dengan akan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)  berkapasitas 2×100 Mega Watt yang akan memasok kebutuhan listrik interkoneksitas jaringan Sumatra.

Dari sisi lapangan usaha lanjutnya, ternyata sektor konstruksi memberi kontribusi positif lantaran trennya sejak awal Januari 2019 sampai dengan Desember 2019 selalu naik. Data Bank Indonesia Bengkulu mencatat,  periode triwulan pertama sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 7,25 persen. Setelah itu, terus naik menjadi sebesar 7,61 persen pada triwulan kedua dan kembali mengalami kenaikan sebesar 7,73 persen dan akhirnya ditutup dengan pertumbuhan kenaikan menjadi sebesar 8,01 persen pada triwulan keempat.

Secara umum,  perekonomian Bengkulu masih dalam posisi stabil. Meskipun Inflasi di tahun 2019 mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2018 lalu.

“Inflasi masih bisa dikendalikan,  dan angka pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, ” pungkasnya.  (Indy)

 

About didi yong

Check Also

Harun Mahbub: Tik Tok Sudah Merasuki Jurnalisme

Bengkulu: Ada yang menarik saat Redaktur pelaksana Liputan6 Harun Mahbub saat memaparkan materi dalam Seminar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money