Home / Uncategorized / Demi Bertahan Hidup Badut Jalanan Mencari Rezeki Di Tengah Terik Matahari

Demi Bertahan Hidup Badut Jalanan Mencari Rezeki Di Tengah Terik Matahari

 

 

 

 

 

 

 

 

Hampir di seluruh titik persimpangan  lampu merah jalan utama kita sering dipelihatkan boneka yang sering menyapa atau yang biasa kita sebut dengan badut . Sejak pagi  hingga sore hari mereka beraksi di persimpangan lampu merah ada juga di di pinggiran tokoh maupun dirumah makan untuk menghibur para pelanggan yang ada, Salah satunya di Jalan Adam Malik Km 8 Bengkulu.

Mereka menghampiri satu demi satu kendaraan yang menghentikan laju, berharap tangan-tangan menyodorkan uang kecil yang bagi mereka sangat bermakna Namun, apa sesungguhnya yang tersembunyi di balik kedok jenaka badut jalanan? Apakah lelah, apakah gelisah, yang rapat-rapat dibenamkan dalam topeng keriaan? “Tidak capek, hanya gerah saja, di dalam kostum panas banget,” ujar Febriani (18 tahun), Kamis (17/06).

setelah melepas kepala badut yang dikenakannya untuk mengelap peluh di kening. Febriani  juga merasa gelisah dan waspada jika mobil aparat melintas. Ia khawatir, ada razia yang  menjaring pencari nafkah di jalanan seperti dirinya. Selain Febriani ada juga yang menjadi badut jalanan lainnya yaitu salah satunya Rangga.

Rangga  adalah seorang remaja yang berkerja Demi biaya hidup sehari-hari, ia terlahir dikeluarga yang kurang mampu sehingga tak ada biaya untuk ia bersekolah, rangga (13) mencari uang dengan menjadi badut di jalanan sejak 2 tahun dengan kondisi  keluarga yang memang tak bercukupan, orang tua rangga menyetujui pilihan rangga untuk bekerja mencari uang dengan cara putranya menjadi badut. terbiasa menjalani hidup yang sulit membuat keluarga pun terbiasa menghadapi resiko kehidupan.

Rangga menyadari, dengan keterbatasan yang ia rasakan saat itu biaya yang di hasilkan orang tuanya belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kecilnya. Putra yang putus sekolah itu memerinci, sehari ia bisa memperoleh 70 ribu dan 40 sudah cukup ia tabung untuk kebutuhan kelak.,-Ujarnya Rangga(13),Kamis(17/6)

Setelah selesai membadut ia lanjut berjualan asoy di pasar, dengan penghasilan yang cukup sangat membuat nya bersyukur untuk bangun di hari esok.

Walaupun hidup dengan berkecukupan mereka tidak menyerah mencari rezeki untuk bertahan hidup dengan resiko berbahaya dengan keramaian kendaraan yang lalu lalang di jalanan mereka tetap berhati-hati dalam mencari rezeki dijalanan. (MAS70)

About Rizki Koto

Check Also

Lulusan Terbaik Ilkom dan AP Edisi Covid Part II

Bengkulu: Wisuda kali kedua covid 19 pada Senin, 16 Agustus 2021 yang dilaksanakan di Grage …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money