Home / Ekonomi dan Bisnis / BI Bengkulu Gencar Dorong Digitalisasi Sistem Pembayaran

BI Bengkulu Gencar Dorong Digitalisasi Sistem Pembayaran

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Joni Marsius memberikan keterangan pers dalam peluncuran sistem pembayaran melalui skema QRIS. (foto: dyo)

Bengkulu: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu tengah gencar mendorong optimalisasi program sistem pembayaran non tunai. Ini dilakukan untuk mendorong program utama Bank Indonesia setelah diluncurkannya sistem Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital bagi seluruh masyarakat Indonesia pada 17 Agustus 2019 lalu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Joni Marsius mengatakan, QRIS dicanangkan oleh BI yang bekerjasama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar internasional EMV. Tujuannya agar pembayaran digital menjadi lebih mudah dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu.

“QRIS ini untuk memperlancar sistem pembayaran nontunai secara aman dan mendorong perkembangan ekonomi keuangan digital,” tegas Joni di Bengkulu (20/8)

Sistem QR Code ini menggunakan Merchant Presented Mode (MPM), artinya untuk bertransaksi, pengguna hanya cukup scan QR yang tersedia di merchant-merchant yang bekerjasama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), contohnya Link Aja, Gopay, OVO, DANA dan lainnya. Pembayaran otomatis berhasil.

QRIS ini juga diklaim bisa memudahkan pengguna untuk bertransaksi dengan sumber dana yang beragam, mulai dari kartu debit, e-money hingga wallet, jadi tidak perlu repot top up dan transfer dana.

Selain itu, QRIS sudah bisa membedakan mana transaksi domestik dengan transaksi internasional.

Implementasi QRIS sudah dimulai dari hari ini, namun diharapkan dapat digunakan secara optimal pada 1 Januari 2020 mendatang. Hal ini karena BI ingin memberikan waktu transisi bagi para PJSP untuk mempersiapkan diri.

Sistem pembayaran non tunai menggunakan metode digital QRIS diyakini lebih memudahkan dalam bertransaksi. (foto: dyo)

Lebih Memudahkan Transaksi

Sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Indonesia Standard). QRIS ini diklaim memudahkan dan menguntungkan pelanggan dan pedagang saat bertransaksi. QRIS juga untuk meningkatkan volume transaksi sehingga bisa menguntungkan pedagang kecil sekalipun.

“Bisa dipakai oleh seluruh masyarakat, pedagang bakso, mie goreng, semuanya bisa menggunakannya. Transaksi semakin cepat dan volumenya semakin banyak,” ujar Joni.

Skema harga QRIS juga beragam tergantung jenis transaksinya. Untuk transaksi merchant reguler, persentase Merchant Discount Rate (MDR) on us dan off us sebesar 0,7 persen.

Untuk transaksi khusus pendidikan, persentasenya 0,6 persen. Untuk transaksi bahan bakar (di SPBU), persentasenya 0,4 persen. Sedangkan untuk transaksi yang bersifat bantuan sosial dan donasi gratis.Transaksi on-us adalah tansaksi untuk alat dan kode dari penerbit yang sama. Sedangkan untuk transaksi off-us adalah transaksi antar penerbit.

Dengan transaksi off-us, konsumen dapat membayar menggunakan uang elektronik berbasis server di berbagai mesin pembaca kode QR. Meski sudah diresmikan, QRIS baru bisa serentak dan optimal digunakan pada 1 Januari 2020 mendatang. (dyo)

About didi yong

Check Also

Festival Pesisir Pantai Panjang Tembus Wonderful Indonesia 2020

Bengkulu: Satu lagi ajang promosi pariwisata Bengkulu yaitu Festival Pesisir Pantai Panjang berhasil menembus masuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money