Home / Education / Artikel / AKTIVITAS EKONOMI MEMBAIK PASCA COVID-19 MENDORONG PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU

AKTIVITAS EKONOMI MEMBAIK PASCA COVID-19 MENDORONG PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU

Bengkulu – Sejak WHO menetapkan Virus corona (Covid-19) sebagai pandemi global. Dampak yang besar akibat pandemi covid-19 ini sangat dirasakan pada aspek sosial, ekonomi dan keungan. Sebagai penanggulangan dampak dari pandemi Covid-19, pemerintah Negara Indonesia mengeluarkan kebijakan – kebijakan guna mengupayakan pemulihan ekonomi. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintanh Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomer 1 Tahun 2000 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Covid-19 dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan

Pemulihan berbagai aspek kehidupan pascapandemi Covid-19 secara umum telah berangsur-angsur terjadi. Namun, kecepatan untuk pulih akan bergantung pada struktur ekonomi dan tata kelola yang dibangun pemerintah daerah. Usaha pemerintah untuk mensejahterakan rakyat gencar dilakukan pasca covid-19. Salah satu hal yang dilakukan pemerintah adalah dengan menurunkan persentase tingkat kemisikinan, dikarenakan melonjaknya persentase kemiskinan pada masa Covid 19. Sejalan dengan Pasal 34 Undang-undang dasar republik Indonesia pemerintah menyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, maka negara wajib mengembangkan sistem perlindungan sosial yang bersifat nasional, komprehensif dan mensejahterakan rakyat. Maka dari itu pemerinntah juga harus menangani permasalahan kemiskinan apa lagi Pasca Covid-19 saat ini. Hal ini juga sejalan dengan program kerja Dinas Sosial tahun 2019-2023 tentang Penangan kemiskinan Provinsi Bengkulu.

Kemiskinan sendiri tidak muncul dengan sendirinya, banyak faktor-faktor yang menyebabkan munculnya suatu kemiskinan diantaranya adalah pertumbuhan ekonomi dan belanja masyarakat yang mengalami kontraksi, banyak penduduk usia kerja yang terdampak dari pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi virus corona Covid-19.sehingga menyebabkan meningkatnya tingkat kemiskinan di provinsi Bengkulu pada masa Pandemi Covi-19 tahun 2021. Pemerintah provinsi Bengkulu mengupayakan yang terbaik untuk memulihkan ekonomi di provinsi Bengkulu pasca COVID-19 yang melemahkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu

Pada tahun 2022 ini pasca Covid-19 perekonomian provinsi Bengkulu mulai membaik. Terjadinya peningkatan pendapatan provinsi Bengkulu dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dilansir dari situs Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Peningkatan tersebut didorong oleh naiknya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan lain-lain pendapatan yang sah. Membaiknya pendapatan daerah sejalan dengan berlanjutnya tren pemulihan ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan II 2022. Ekonomi provinsi Bengkulu tercatat tumbuh sebesar 4,76% (yoy), atau meningkat dibandingkan dengan posisi pada triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh 3,03% (yoy). Realisasi pendapatan Provinsi Bengkulu pada triwulan II 2022 tercatat sebesar Rp1.351,37 miliar atau mencapai 48,96% dari pagu yang telah ditetapkan. Realisasi pendapatan tersebut meningkat jika dibandingkan dengan posisi pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 42,6% dari pagu yang ditetapkan.

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah provinsi Bengkulu untuk menurukna tingkat kemiskinan di kota Bengkulu dengan cara membuka lapangan pekerjaan, memfasilitas usaha kecil , meningkatkan kualitas Pendidikan, menjaga stabilitas harga bahan pokok.Berdasarkan data BPS pada bulan maret 2022 penduduk miskin di provinsi Bengkulu mengalami penurunan di mana pada tahun 2021 persentase keminskinan di kota Bengkulu tercatat sebesar 15,22% sedangkan di tahun 2022 persentasi kemisiknan di kota Bengkulu mencapai 14,62% mengalami penurunan sebesar 0,6%. Hal ini disebabkan karena banyaknya lapangan kerja baru di kota Bengkulu sehingga menyebabkan turunya tingkat pengangguran di provinsi Bengkulu.

Menurut Cendrawani Salah satu Mahasiswa ilmu Komunikasi Universitas Dehaseb Bengkulu berbagai cara dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Bengkulu ini yaitu dengan memanfaatkan teknologi misalnya dengan membuat online shop, penulis lepas, jasa desain grafis, bisnis laundry, affiliate marketing, admin media sosial, sewa peralatan bayi, jualan pulsa, dropship, bisnis kebutuhan pokok, dan jadi reseller

Kita sebagai mahasiswa yang merupakan agen perubahan atau agent of change memiliki peran untuk mengurani angka kemiskinan khususnya di provinsi Bengkulu. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan meningkatkan kualitas diri untuk dapat lebih baik sehingga dapat memberikan sumbangsi dalam perekonomian Indonesia.(C,A2,dkk)

 

 

 

 

 

 

About Jemi Lestari

Check Also

OPINI PUBLIK TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN USAHA OLAHAN HASIL PERIKANAN DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI PROVINSI BENGKULU

  Salah satu provinsi yang memiliki potensi perikanan yang besar adalah Bengkulu. Di bidang kelautan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by keepvid themefull earn money